SAMBUTAN BUPATI RAJA AMPAT
PADA PENUTUPAN MUSRENBAG 2010
Waiai, 24 PEBRUARI 2010
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULAHI WABARAKATUH
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEKALIAN
DAN SELAMAT PAGI
YANG TERHORMAT:
• …………………………………………
• SDR. WAKIL BUPATI
• KETUA DAN ANGGOTA DPRD RAJA AMPAT
• SEKDA KABUPATEN RAJA AMPAT
• ASISTEN I, ASISTEN II, PIMPINAN SKPD DI LINGKUNGAN PEMDA RAJA AMPAT
• PARA KEPALA DISTRIK
• PESERTA MUSRENBANG DAN HADIRIN YANG SAYA HORMATI
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maka Kuasa karena atas kasih setia-Nya, kita dapat bertemu di tempat ini dalam rangka Penutupan Kegiatan Musrenbang Tahun 2010.
Saya percaya banyak hal telah dibicarakan dan disepakati dalam forum ini, yang nantinya dituangkan dalam Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2011 serta mempertajam program prioritas yang akan kita laksanakan di tahun 2010.
Hadirin dan peserta Musrenbang yang saya hormati,
Perencanaan pembangunan yang efisien dan efektif menjadi tolak ukur Akuntabilitas, Profesionalisme dan Bobot pelayan public dewasa ini. Sebab, perencanaan pembangunan yang tidak efesien dan efektif akan menimbulkan pencitraan yang “negative” terhadap kualitas pelayanan aparatur pemerintah. Disinilah, hakekat dan arti penting dari Musrembang. Musrembang bukan saja sebagai agenda rutin tahunan untuk mengkalkulasi besar-kecilnya anggaran.
Perlu saya tekankan, besar-kecilnya anggaran bukan tolak ukur suksesnya perencanaan. Tetapi yang lebih penting adalah seberapa besar efek, nilai dan manfaat dari perencanaan tersebut bagi masyarakat. Di sanalah, cerminan kualitas dan integritas diri kita diukur.
Tiga hari kita berkumpul disini. Kita menuangkan ide dan gagasan bahkan silang pendapat pasti terjadi. Proses ini tentunya melelahkan. Tapi itu semua merupakan upaya dan komitmen kita guna menciptakan kesamaan pandangan dan harapan dari seluruh pelaku pembangunan dalam memadukan strategi, kebijakan, program dan kegiatan prioritas untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Secara nasional Tema Rancanangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun ini adalah PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN DAYA SAING NASIONAL MELALUI PENGUATAN KELEMBAGAAN PEMERINTAH. Tema ini dijabarkan dalam beberapa program prioritas, seperti: Percepatan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Miskin, Penataan Kelembagaan dan Pelaksanaan Sistem Perlindungan Sosial; Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia; Pemantapan Reformasi Birokrasi dan Hukum, serta Pemantapan Demokrasi dan Penguatan Perekonomian Domestik yang Berdaya saing Didukung oleh Pembangunan Pertanian, Infrastruktur dan Energi; Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup.
Bila kita cermati secara saksama, maka tema RKP tersebut tak jauh dari program prioritas yang kita laksanakan di Kabupaten ini, seperti pembangunan sarana dan prasanana dasar, memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, meningkatkan mutu dan derajat kesehatan serta meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Karena itu sebagaimana pada pembukaan kegiatan ini, saya berharap kiranya semua kesepakatan yang kita buat dalam Forum Musrenbang ini betul-betul merupakan program prioritas yang menjawabi kebutuhan masyarakat Raja Ampat.
Ketika kabupaten ini hendak mengayun langkahnya menuju usia yang ketujuh, sekali lagi saya harapkan agar program-program prioritas pembangunan yang kita jalankan dimasa yang akan datang betul pro kerakyatan, dengan memfokuskan diri pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat serta memperluas akses pendidikan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
……………………………………………..
Peserta Musrembang yang berbahagia,
Mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan penghargaan atas partisipasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh seluruh peserta yang telah mengikuti seluruh persidangan kelompok dengan seksama dan konsisten, terutama dalam memberikan masukan yang konstruktif bagi SKPD sebagai bahan penajaman rencana kerja untuk mewujudkan pencapaian sasaran prioritas RKPD tahun 2011. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Bappeda Raja Ampat selaku Panitia Penyelenggara yang telah bekerja keras menyukseskan Musrenbag Tahun 2010 ini.
Akhirnya dengan memanjatkan Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa kegiatan MUSRENBANG TAHUN 2010 KABUPATEN RAJA AMPAT, Rabu, 24 Pebruari 2010, secara resmi saya nyatakan ditutup.
BUPATI RAJA AMPAT
DRS. MARCUS WANMA, M.SI
Rabu, 24 Februari 2010
Kamis, 14 Januari 2010
Otonomi Daerah Bukan Untuk Menghamburkan uang
Drs. Marcus Wanma, M.Si:
Otda Bukan Untuk Menghamburkan Uang
OTONOMI daerah yang efektif berjalan mulai tahun 2000-dengan acuan UU Nomor 22 Tahun 1999 dan UU Nomor 25 Tahun 1999-sudah sepuluh tahun dijalani. Semua daerah sibuk menata diri dan mencoba untuk "mandiri". Akan tetapi, tidak semua kabupaten/kota di Indonesia sukses menjalaninya. Dari ratusan kabupaten/kota, hanya dalam hitungan jari sebelah tangan yang bisa dikategorikan berhasil atau berprestasi.
Kabupaten Raja Ampat sebagai kabupaten yang dimekarkan pada tahun 2003, telah enam tahun menjalankan otonom daerah. Otonomi daerah sebagai pemberian kewenangan kepada daerah mengurus rumah tangganya sendiri menjadi moment penting bagi pemerintah Raja Ampat membawa rakyat yang tersebar di 610 pulau tersebut pada keadaan yang lebih baik. Ini menjadi tantangan tatkala sebagian daerah gagal menjalankan otonomi daerah.
“Banyak orang mengatakan otonomi daerah itu untuk menghambur-hamburkan uang serta membagi jabatan. Tapi bagi kami tidak. Otonomi daerah bukan untuk menghambur-hamburkan uang melainkan jembatan emas agar masyarakat bisa sejahtera. Jadi otonomi daerah itu tergantung pada siapa yang melaksanakannya,” ujar Bupati Kabupaten Raja Ampat, Drs. Marcus Wanma, M.Si.
Pada awal menjalani otonomi daerah dengan APBD yang minim kurang lebih Rp. 2 M, pemerintah Kabupaten Raja Ampat yang dipimpin Drs. Marcus Wanma, M.Si harus bekerja keras membangun fondasi pemerintahan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan kondisi ekonomi masyarakat Raja Ampat. “Kabupaten ini dibangun dari “0” dan tolak ukurnya adalah Waisai. Ketika UU pemekaran Raja Ampat menetapkan Waisai sebagai ibukota kabupaten, Waisai ini hutan belukar dan terisolir,” tambah Marcus Wanma yang didampingi Wakil Bupati Drs. Inda Arfan.
“Untuk itu, kita bangun infrastruktur dasar, air bersih serta mendorong sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga dengan adanya otonomi daerah membawa pencerahan baru bagi masyarakat Raja Ampat yang sebelumnya hidup dalam kukungan kegelapan dan terisolir,” tambah Bupati.
Bangun Sektor Kunci
Menyadari kekurangan di berbagai sektor, maka empat sektor kunci yang berhubungan dengan pembangunan manusia menjadi prioritas pemda Raja Ampat. Bagi, Marcus Wanma, otonomi daerah adalah jembatan guna memperpendek rentang kendali pelayanan kepada masyarakat, sehingga masyarakat Raja Ampat bisa sejahtera.
Langkah-langkah yang dibangun adalah, pertama adalah pembangunan sektor ekonomi. Sesuai dengan kondisi wilayah yang 80 % adalah laut dan sisanya daratan, maka pemeritah dan masyarakat sepakat menetapkan visi Kabupaten Raja Ampat adalah terwujudnya Kabupaten Raja Ampat sebagai kabupaten bahari yang ditunjang sektor perikanan dan pariwisata menuju masyarakat madani dalam bingkai NKRI. Hal ini dilatar belakangi pemikiran bahwa luas wilayah Raja Ampat didominasi oleh lautan dan pulau-pulau kecil dengan keindahan alamnya maka sektor perikanan dan pariwisata dipacu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kedua, sektor pendidikan dan kesehatan. Kedua sektor ini diperhatikan. Seluruh kampung dibangun gedung sekolah dasar, tiap distrik di bangun SLTP dan SMA. Tujuannya untuk menyiapkan dan meningkatan mutu sumber daya manusia kabupaten Raja Ampat. juga diberikan bantuan beasiswa bagi anak Raja Ampat dibidang Akademi Perawat, Kebidanan dan ilmu gizi serta mengirim anak Raja Ampat untuk menekuni bidang kedokteran, membangun asrama, sehingga diharapkan 10-15 tahun mendatang, kabupaten Raja Ampat tak kekurangan SDM dan mutu pelayanan kesehatan meningkatkan dari tahun ke tahun di kampung, distrik sampai tingkatan kabupaten.
Soal pelaksanaan otda di Kabupaten Raja Ampat, Drs. Hj.Abbas Umlati, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Raja Ampat periode 2004-2009, bangga dengan capaian pemda Raja Ampat selama enam tahun berotonomi.
“Legislatif sangat merespon terhadap apa yang dilakukan pemerintah Raja Ampat selama ini. DPRD sangat mendukung pembangunan di berbagai sektor pembangunan selama ini. Di Bidang Infrastruktur, pembangunan perumahan rakyat merupakan langkah yang sangat positif dilakukan pemda Raja Ampat. Ini kenyataan dan penyebarannya merata di 17 distrikdan 96 kampung di Raja Ampat,” ujar Abbas yang kembali menjadi anggota DPRD 2009-2014.
Bahkan Abbas melihat pembangunan yang dilakukan eksekutif berasaskan keadilan dan pemerataan. Hasilnyapun, kata Abbas, pembangunan berjalan lancar dan mengakomodir semua kepentingan di Raja Ampat. Abbas menilai pembangunan yang berasaskan keadilan tersebut bukan saja dalam program pembangunan fisik dari kampung-kampung, bahkan sampai pada penempatan aparatur dalam birokrasi. “Tidak ada kesenjangan dalam pembangunan di Kabupaten Raja Ampat. Kami melihat ada upaya pemerataan untuk suku-suku atau masyarakat di Raja Ampat yang berada atau mendiami empat pulau besar, Bantanta, Salawati, Waigei dan Misool. Bahkan di birokrasi pun diisi oleh putra-putra terbaik masyarakat Raja Ampat,” ujar Abbas.
Di sektor pendidikan, kata Abbas, pemda Raja Ampat betul-betul memberikan beasiswa kepada anak-anak Raja Ampat yang mendiami empat pulau besar di Raja Ampat. “Program beasiswa pun demikian, rekrutmen untuk kelas khusus, baik program beasiswa bidang kesehatan maupun penerbangan, kita rekrut dari empat pulau besar,” tandasnya.
Iklim investasi pun sangat terbuka bagi para swasta. Selama ini diberikan kesempatan bagi bagi kegiataan investari guna menunjang peningkatan pendapatan asli daerah. Sebab selain sektor perikanan dan kelautan, Raja Ampat juga memiliki potensi lain yang perlu dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat. Umpamanya untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan,pemda Raja Ampat membangun sarana irigasi di daerah Waibu, Kalobo dan Waijan.
Untuk meningkatkan pelayanan publik pemda Raja Ampat memberikan Tunjangn Kinerja Daerah bagi para pegawai, tujuannya untuk memotivasi pegawai untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. “Sedangkan untuk masyarakat, kita memberikan bantuan modal melalui usaha koperasi dan perdagangan,” ujar Marcus Wanma.
Sementara itu, Kepala Distrik Salawari Utara Drs. Rukunuddin Arfan mengakuisSejak tahun 2007, secara rutin APBD Raja Ampat dialokasikan bagi pemberdayaan kampung untuk pembangunan empat sektor seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dimana thun 2007, pemda Raja Ampat mengalokasikan dana APBD sebesar Rp. 100/kampung untuk pemberdayaan masyakat kampung, selain mendapat dana dari APBD Kabupaten, masyarakat juga mendapat dana otonomi khusus provinsi Papua sebesar Rp. 100 juta/kampung. Pada tahun 2008, alokasi APBD-nya meningkat menjadi Rp. 150 juta/kampung, maka praktisnya dana untuk pemberdayaan masyarakat tiap kampung bila ditambah dengan dana otonomi khusus sebesar Rp. 250 juta/kampung. Dana ini diserahkan langsung ke masyarakat untuk peningkatan kesejahtaraan, membantu pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat serta membangun fasilitas umum di kampung-kampung seperti perumahan layak huni, mck, semenisasi jalan dan pembangunan sarana sosial dan ibadah.
Dibidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, dana ini digunakan untuk membeli ketinting untuk mencari ikan. Dalam pengelolaan dana ini, masyarakat sendiri yang merencanakan, melaksanakan dan mempertanggungjawabkannya.
Marcus Wanma berharap masyarakat untuk bergandengan tangan membangun kabupaten Raja Ampat dalam seluruh sektor kehidupannya, baik soal pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur serta sektor pemberdayaaan ekonomi masyarakat.(petrus rabu)
Otda Bukan Untuk Menghamburkan Uang
OTONOMI daerah yang efektif berjalan mulai tahun 2000-dengan acuan UU Nomor 22 Tahun 1999 dan UU Nomor 25 Tahun 1999-sudah sepuluh tahun dijalani. Semua daerah sibuk menata diri dan mencoba untuk "mandiri". Akan tetapi, tidak semua kabupaten/kota di Indonesia sukses menjalaninya. Dari ratusan kabupaten/kota, hanya dalam hitungan jari sebelah tangan yang bisa dikategorikan berhasil atau berprestasi.
Kabupaten Raja Ampat sebagai kabupaten yang dimekarkan pada tahun 2003, telah enam tahun menjalankan otonom daerah. Otonomi daerah sebagai pemberian kewenangan kepada daerah mengurus rumah tangganya sendiri menjadi moment penting bagi pemerintah Raja Ampat membawa rakyat yang tersebar di 610 pulau tersebut pada keadaan yang lebih baik. Ini menjadi tantangan tatkala sebagian daerah gagal menjalankan otonomi daerah.
“Banyak orang mengatakan otonomi daerah itu untuk menghambur-hamburkan uang serta membagi jabatan. Tapi bagi kami tidak. Otonomi daerah bukan untuk menghambur-hamburkan uang melainkan jembatan emas agar masyarakat bisa sejahtera. Jadi otonomi daerah itu tergantung pada siapa yang melaksanakannya,” ujar Bupati Kabupaten Raja Ampat, Drs. Marcus Wanma, M.Si.
Pada awal menjalani otonomi daerah dengan APBD yang minim kurang lebih Rp. 2 M, pemerintah Kabupaten Raja Ampat yang dipimpin Drs. Marcus Wanma, M.Si harus bekerja keras membangun fondasi pemerintahan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan kondisi ekonomi masyarakat Raja Ampat. “Kabupaten ini dibangun dari “0” dan tolak ukurnya adalah Waisai. Ketika UU pemekaran Raja Ampat menetapkan Waisai sebagai ibukota kabupaten, Waisai ini hutan belukar dan terisolir,” tambah Marcus Wanma yang didampingi Wakil Bupati Drs. Inda Arfan.
“Untuk itu, kita bangun infrastruktur dasar, air bersih serta mendorong sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga dengan adanya otonomi daerah membawa pencerahan baru bagi masyarakat Raja Ampat yang sebelumnya hidup dalam kukungan kegelapan dan terisolir,” tambah Bupati.
Bangun Sektor Kunci
Menyadari kekurangan di berbagai sektor, maka empat sektor kunci yang berhubungan dengan pembangunan manusia menjadi prioritas pemda Raja Ampat. Bagi, Marcus Wanma, otonomi daerah adalah jembatan guna memperpendek rentang kendali pelayanan kepada masyarakat, sehingga masyarakat Raja Ampat bisa sejahtera.
Langkah-langkah yang dibangun adalah, pertama adalah pembangunan sektor ekonomi. Sesuai dengan kondisi wilayah yang 80 % adalah laut dan sisanya daratan, maka pemeritah dan masyarakat sepakat menetapkan visi Kabupaten Raja Ampat adalah terwujudnya Kabupaten Raja Ampat sebagai kabupaten bahari yang ditunjang sektor perikanan dan pariwisata menuju masyarakat madani dalam bingkai NKRI. Hal ini dilatar belakangi pemikiran bahwa luas wilayah Raja Ampat didominasi oleh lautan dan pulau-pulau kecil dengan keindahan alamnya maka sektor perikanan dan pariwisata dipacu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kedua, sektor pendidikan dan kesehatan. Kedua sektor ini diperhatikan. Seluruh kampung dibangun gedung sekolah dasar, tiap distrik di bangun SLTP dan SMA. Tujuannya untuk menyiapkan dan meningkatan mutu sumber daya manusia kabupaten Raja Ampat. juga diberikan bantuan beasiswa bagi anak Raja Ampat dibidang Akademi Perawat, Kebidanan dan ilmu gizi serta mengirim anak Raja Ampat untuk menekuni bidang kedokteran, membangun asrama, sehingga diharapkan 10-15 tahun mendatang, kabupaten Raja Ampat tak kekurangan SDM dan mutu pelayanan kesehatan meningkatkan dari tahun ke tahun di kampung, distrik sampai tingkatan kabupaten.
Soal pelaksanaan otda di Kabupaten Raja Ampat, Drs. Hj.Abbas Umlati, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Raja Ampat periode 2004-2009, bangga dengan capaian pemda Raja Ampat selama enam tahun berotonomi.
“Legislatif sangat merespon terhadap apa yang dilakukan pemerintah Raja Ampat selama ini. DPRD sangat mendukung pembangunan di berbagai sektor pembangunan selama ini. Di Bidang Infrastruktur, pembangunan perumahan rakyat merupakan langkah yang sangat positif dilakukan pemda Raja Ampat. Ini kenyataan dan penyebarannya merata di 17 distrikdan 96 kampung di Raja Ampat,” ujar Abbas yang kembali menjadi anggota DPRD 2009-2014.
Bahkan Abbas melihat pembangunan yang dilakukan eksekutif berasaskan keadilan dan pemerataan. Hasilnyapun, kata Abbas, pembangunan berjalan lancar dan mengakomodir semua kepentingan di Raja Ampat. Abbas menilai pembangunan yang berasaskan keadilan tersebut bukan saja dalam program pembangunan fisik dari kampung-kampung, bahkan sampai pada penempatan aparatur dalam birokrasi. “Tidak ada kesenjangan dalam pembangunan di Kabupaten Raja Ampat. Kami melihat ada upaya pemerataan untuk suku-suku atau masyarakat di Raja Ampat yang berada atau mendiami empat pulau besar, Bantanta, Salawati, Waigei dan Misool. Bahkan di birokrasi pun diisi oleh putra-putra terbaik masyarakat Raja Ampat,” ujar Abbas.
Di sektor pendidikan, kata Abbas, pemda Raja Ampat betul-betul memberikan beasiswa kepada anak-anak Raja Ampat yang mendiami empat pulau besar di Raja Ampat. “Program beasiswa pun demikian, rekrutmen untuk kelas khusus, baik program beasiswa bidang kesehatan maupun penerbangan, kita rekrut dari empat pulau besar,” tandasnya.
Iklim investasi pun sangat terbuka bagi para swasta. Selama ini diberikan kesempatan bagi bagi kegiataan investari guna menunjang peningkatan pendapatan asli daerah. Sebab selain sektor perikanan dan kelautan, Raja Ampat juga memiliki potensi lain yang perlu dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat. Umpamanya untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan,pemda Raja Ampat membangun sarana irigasi di daerah Waibu, Kalobo dan Waijan.
Untuk meningkatkan pelayanan publik pemda Raja Ampat memberikan Tunjangn Kinerja Daerah bagi para pegawai, tujuannya untuk memotivasi pegawai untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. “Sedangkan untuk masyarakat, kita memberikan bantuan modal melalui usaha koperasi dan perdagangan,” ujar Marcus Wanma.
Sementara itu, Kepala Distrik Salawari Utara Drs. Rukunuddin Arfan mengakuisSejak tahun 2007, secara rutin APBD Raja Ampat dialokasikan bagi pemberdayaan kampung untuk pembangunan empat sektor seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dimana thun 2007, pemda Raja Ampat mengalokasikan dana APBD sebesar Rp. 100/kampung untuk pemberdayaan masyakat kampung, selain mendapat dana dari APBD Kabupaten, masyarakat juga mendapat dana otonomi khusus provinsi Papua sebesar Rp. 100 juta/kampung. Pada tahun 2008, alokasi APBD-nya meningkat menjadi Rp. 150 juta/kampung, maka praktisnya dana untuk pemberdayaan masyarakat tiap kampung bila ditambah dengan dana otonomi khusus sebesar Rp. 250 juta/kampung. Dana ini diserahkan langsung ke masyarakat untuk peningkatan kesejahtaraan, membantu pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat serta membangun fasilitas umum di kampung-kampung seperti perumahan layak huni, mck, semenisasi jalan dan pembangunan sarana sosial dan ibadah.
Dibidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, dana ini digunakan untuk membeli ketinting untuk mencari ikan. Dalam pengelolaan dana ini, masyarakat sendiri yang merencanakan, melaksanakan dan mempertanggungjawabkannya.
Marcus Wanma berharap masyarakat untuk bergandengan tangan membangun kabupaten Raja Ampat dalam seluruh sektor kehidupannya, baik soal pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur serta sektor pemberdayaaan ekonomi masyarakat.(petrus rabu)
Sabtu, 05 Desember 2009
SAMBUTAN NATAL 2009
SAMBUTAN BUPATI
PADA PERAYAAN NATAL
KELUARGA BESAR …………….
KABARE –DISTRIK WAIGEO UTARA
KABARE 08 DESEMBER 2009
Syalom,
Selamat……….
Yth. Ketua Klasis Raja Ampat Utara
Yth. Pendeta Jemaat Betfage Kabare
Yth. Kepala Distrik Waigeo Utara
Yth. Kapolsek Waigeo Utara
Yth. ………………………..
Yth…………………………..
Yth, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, dan Masyarakat Waigeo Utara, Undangan dan hadirin yang saya hormati.
Perkenankan saya pada kesempatan ini, mengajak kita semua mempersembahkan rasa syukur yang dalam dan ungkapan terima kasih yang setinggi – tingginya kapada Allah Bapa di Sorga yang telah menyediakan hari yang penuh suka cita ini, sehingga kita dapat berkumpul bersama untuk merayakan Pesta Natal memperingati Hari Kelahiran Yesus Kristus yang merupakan bagian dari penggenapan seluruh Janji Allah dan Nubuat para Nabi sehingga menjadi peristiwa luar biasa dan patut di kenang dan di syukuri.
Peristiwa Kelahiran, Yesus di Betlehem kota Daud tanah yudea, sudah terjadi 2000 (Dua Ribu) tahun yang lalu dan setiap tahun kita peringati untuk mengenang kembali peristiwa yang menceritakan peradaban dunia.
Namun lebih penting sekarang, apakah kita semua sebagai umat-Nya sudah bersedia membuka hati, agar Yesus dapat lahir di dalam hati kita?
Jika pada kesempatan ini kita semua sudah menyediakan tempat di hati kita, maka Pohon dan palung Natal, Lampu yang berwarna – warni serta berbagai perhiasan yang membuat tempat, bahkan rumah kita terlihat indah bukan hanya sebagai slogan belaka, tetapi menjadi tanda sebuah kerinduan yang sungguh, untuk menghadirkan Kristus dalam Kehidupan setiap hari. Janganlah kita hanya menjadi pendengar yang setia, tetapi harus menjadi pelaku – pelaku Firman yang hidup.
Ini berarti bukan sekedar pengakuan tanpa ada tindakan, tetapi kita yang mengaku serta mengimani Yesus sebagai sang juru selamat. Kita harus wujud-nyatakan dalam sikap, tingkah laku, dan tutur kata kita yang selalu menghadirkan tanda – tanda kerajaan Allah di dalam dunia ini. Hal ini sangat penting, mengingat makna Natal yang terkandung di dalamnya adalah karya penebusan umat manusia oleh Allah Bapa di Sorga.
Umat Tuhan, hadirin dan undangan yang berbahagia
Bertepatan dengan perayaan Natal tahun ini, ingin saya sampaikan, bahwa pembentukan Kabupaten Raja Ampat sebagai kabupaten definitive enam tahun silam merupakan wujud cita-cita, mimpi serta campur tangan Tuhan bagi masyarakat Raja Ampat untuk berubah ke arah yang lebih baik. Dan, syukur kepada Tuhan bahwa, setidaknya capaian pembangunan, baik di bidang infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaann ekonomi masyarakat serta pengembangan iman umat merupakan bagian dari jawaban panggilan Tuhan untuk melayani umat-Nya di negeri ratusan pulau ini. Oleh karena itu, sebagaimana Firman Tuhan mengajar kita untuk selalu bersuka cita, berdoa dan mengucap syukur. Rasul Paulus kepada Jemaatnya di Tesalonika mengatakan “Bersukacitalah senantiasa, Tetaplah berdoa Dan Mengucap Syukurlah dalam segala hal itulah yang dikehendaki Alalh bagi kamu (1 Tesalonika 5:18-20).
Tentunya, selain bersyukur, kita juga berdoa agar Yesus sebagai putra Natal menyertai kita semua, baik sebagai masyarakat, pemerintah maupun legislative serta elemen masyarakat lainnya agar diberkati Tuhan dalam menjalankan agenda-agenda pembangunan di Raja Ampat.
Pada tahun 2010, selain menjalankan agenda pembangunan seperti peningkatan mutu pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, pemantapan infrastruktur dasar di distrik dan kampung serta upaya peningkatan ekonomi masyarakat, kita juga dihadapkan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah sebagai agenda yang sangat penting dalam menentukan perjalanan kabupaten ini kedepan. Saya percaya, keluarga besar kabare, yang diberkati Putra Natal menjadi mitra pemerintah sehingga agenda besar pembangunan di kabupaten ratusan pulau ini berjalan dengan baik.
Saya berharap, damai Natal yang kita rasakan dan alami saat ini mewarnai seluruh perjalanan kita untuk menyelesaikan agenda-agenda pembangunan ini dengan baik, sehingga semakin hari kehidupan masyarakat Raja Ampat semakin baik, serta pembangunan bidang kemasyarakat terus ditingkatkan.
Hadirin dan masyarakat Kabare yang saya hormati….
Berita Natal, sang Raja damai telah dikumandangkan di seluruh dunia, Allah yang setia telah melawat kita dan dan tidak akan meninggalkan umat ciptaan yang segambar dengan dirinya. Karenanya makna Natal 2009, harus menjadi dorongan bagi kita agar kita tidak meninggalkan satu-satu sama lain, tetapi marilah kita saling bahu membahu, tolong menolong, bersatu hari serta terus berpartisipasi dalam setiap program pembangunan. Dengan demikian apa yang kita taburkan dalam semangat iman ini akan kita lanjutkan dan tingkatkan di masa yang akan datang.
Kehidupan bersama dalam suatu keakraban dan kesetiakawanan merupakan kata – kata yang bernuansa Damai Sejahtra di Bumi. Damai berarti terjalinnya hubungan sosial yang harmonis dalam suatu kekeluargaan.
Akhirnya atas nama pribadi, keluarga dan masyarakat Raja Ampat, saya menyampaikan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2009 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2010 kepada seluruh keluarga besar…… dan masyarakat Kabare, Distrik Waigeo Utara umumnya.
Semoga Kristus sebagai Putra Natal dapat menyertai kita dalam tugas dan pelayanan, sehingga menjadi berkat bagi banyak orang yang mendiami Negeri Ratusan Pulau ini.
Syalom,
BUPATI RAJA AMAPAT
DRS MARCUS WANMA, M.SI
PADA PERAYAAN NATAL
KELUARGA BESAR …………….
KABARE –DISTRIK WAIGEO UTARA
KABARE 08 DESEMBER 2009
Syalom,
Selamat……….
Yth. Ketua Klasis Raja Ampat Utara
Yth. Pendeta Jemaat Betfage Kabare
Yth. Kepala Distrik Waigeo Utara
Yth. Kapolsek Waigeo Utara
Yth. ………………………..
Yth…………………………..
Yth, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, dan Masyarakat Waigeo Utara, Undangan dan hadirin yang saya hormati.
Perkenankan saya pada kesempatan ini, mengajak kita semua mempersembahkan rasa syukur yang dalam dan ungkapan terima kasih yang setinggi – tingginya kapada Allah Bapa di Sorga yang telah menyediakan hari yang penuh suka cita ini, sehingga kita dapat berkumpul bersama untuk merayakan Pesta Natal memperingati Hari Kelahiran Yesus Kristus yang merupakan bagian dari penggenapan seluruh Janji Allah dan Nubuat para Nabi sehingga menjadi peristiwa luar biasa dan patut di kenang dan di syukuri.
Peristiwa Kelahiran, Yesus di Betlehem kota Daud tanah yudea, sudah terjadi 2000 (Dua Ribu) tahun yang lalu dan setiap tahun kita peringati untuk mengenang kembali peristiwa yang menceritakan peradaban dunia.
Namun lebih penting sekarang, apakah kita semua sebagai umat-Nya sudah bersedia membuka hati, agar Yesus dapat lahir di dalam hati kita?
Jika pada kesempatan ini kita semua sudah menyediakan tempat di hati kita, maka Pohon dan palung Natal, Lampu yang berwarna – warni serta berbagai perhiasan yang membuat tempat, bahkan rumah kita terlihat indah bukan hanya sebagai slogan belaka, tetapi menjadi tanda sebuah kerinduan yang sungguh, untuk menghadirkan Kristus dalam Kehidupan setiap hari. Janganlah kita hanya menjadi pendengar yang setia, tetapi harus menjadi pelaku – pelaku Firman yang hidup.
Ini berarti bukan sekedar pengakuan tanpa ada tindakan, tetapi kita yang mengaku serta mengimani Yesus sebagai sang juru selamat. Kita harus wujud-nyatakan dalam sikap, tingkah laku, dan tutur kata kita yang selalu menghadirkan tanda – tanda kerajaan Allah di dalam dunia ini. Hal ini sangat penting, mengingat makna Natal yang terkandung di dalamnya adalah karya penebusan umat manusia oleh Allah Bapa di Sorga.
Umat Tuhan, hadirin dan undangan yang berbahagia
Bertepatan dengan perayaan Natal tahun ini, ingin saya sampaikan, bahwa pembentukan Kabupaten Raja Ampat sebagai kabupaten definitive enam tahun silam merupakan wujud cita-cita, mimpi serta campur tangan Tuhan bagi masyarakat Raja Ampat untuk berubah ke arah yang lebih baik. Dan, syukur kepada Tuhan bahwa, setidaknya capaian pembangunan, baik di bidang infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaann ekonomi masyarakat serta pengembangan iman umat merupakan bagian dari jawaban panggilan Tuhan untuk melayani umat-Nya di negeri ratusan pulau ini. Oleh karena itu, sebagaimana Firman Tuhan mengajar kita untuk selalu bersuka cita, berdoa dan mengucap syukur. Rasul Paulus kepada Jemaatnya di Tesalonika mengatakan “Bersukacitalah senantiasa, Tetaplah berdoa Dan Mengucap Syukurlah dalam segala hal itulah yang dikehendaki Alalh bagi kamu (1 Tesalonika 5:18-20).
Tentunya, selain bersyukur, kita juga berdoa agar Yesus sebagai putra Natal menyertai kita semua, baik sebagai masyarakat, pemerintah maupun legislative serta elemen masyarakat lainnya agar diberkati Tuhan dalam menjalankan agenda-agenda pembangunan di Raja Ampat.
Pada tahun 2010, selain menjalankan agenda pembangunan seperti peningkatan mutu pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, pemantapan infrastruktur dasar di distrik dan kampung serta upaya peningkatan ekonomi masyarakat, kita juga dihadapkan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah sebagai agenda yang sangat penting dalam menentukan perjalanan kabupaten ini kedepan. Saya percaya, keluarga besar kabare, yang diberkati Putra Natal menjadi mitra pemerintah sehingga agenda besar pembangunan di kabupaten ratusan pulau ini berjalan dengan baik.
Saya berharap, damai Natal yang kita rasakan dan alami saat ini mewarnai seluruh perjalanan kita untuk menyelesaikan agenda-agenda pembangunan ini dengan baik, sehingga semakin hari kehidupan masyarakat Raja Ampat semakin baik, serta pembangunan bidang kemasyarakat terus ditingkatkan.
Hadirin dan masyarakat Kabare yang saya hormati….
Berita Natal, sang Raja damai telah dikumandangkan di seluruh dunia, Allah yang setia telah melawat kita dan dan tidak akan meninggalkan umat ciptaan yang segambar dengan dirinya. Karenanya makna Natal 2009, harus menjadi dorongan bagi kita agar kita tidak meninggalkan satu-satu sama lain, tetapi marilah kita saling bahu membahu, tolong menolong, bersatu hari serta terus berpartisipasi dalam setiap program pembangunan. Dengan demikian apa yang kita taburkan dalam semangat iman ini akan kita lanjutkan dan tingkatkan di masa yang akan datang.
Kehidupan bersama dalam suatu keakraban dan kesetiakawanan merupakan kata – kata yang bernuansa Damai Sejahtra di Bumi. Damai berarti terjalinnya hubungan sosial yang harmonis dalam suatu kekeluargaan.
Akhirnya atas nama pribadi, keluarga dan masyarakat Raja Ampat, saya menyampaikan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2009 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2010 kepada seluruh keluarga besar…… dan masyarakat Kabare, Distrik Waigeo Utara umumnya.
Semoga Kristus sebagai Putra Natal dapat menyertai kita dalam tugas dan pelayanan, sehingga menjadi berkat bagi banyak orang yang mendiami Negeri Ratusan Pulau ini.
Syalom,
BUPATI RAJA AMAPAT
DRS MARCUS WANMA, M.SI
Senin, 23 November 2009
FESTIVAL BUDAYA BAHARI RAJA AMPAT 2010
KERANGKA ACUAN
FESTIVAL BUDAYA BAHARI KABUPATEN RAJA AMPAT 2010
1. Latar Belakang.
Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari tujuh belas ribuan pulau, beraneka suku bangsa dan adat istiadat namun satu tujuan dan satu cita-cita bernegara sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Untuk melaksanakan dan mencapai satu tujuan dan satu cita-cita tersebut diperlukan suatu rencana yang dapat merumuskan secara lebih konkret mengenai pencapaian dari tujuan bernegara tersebut.
Tujuan dari bernegara sebagaimana diatur dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejateraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Keadaan Topografi pada Wilayah Kabupaten Raja Ampat sebagian besar kurang lebih 80 % merupakan perairan dengan jumlah Pulau sebanyak 611 buah yang memisahkan pulau yang satu dengan pulau yang lain, sehingga kebijakan pembangunan kelautan pada masa yang akan datang di Kabupaten Raja Ampat diarahkan pada pola pembangunan berkelanjutan berdasarkan pengelolaan sumber daya laut berbasiskan ekosistem, yang meliputi aspek-aspek sumber daya manusia dan kelembagaan, politik, ekonomi, lingkungan hidup, sosial budaya, pertahanan keamanan, dan teknologi. Hal ini sesuai dengan Visi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat yaitu ‘’Terwujudnya Kabupaten Raja Ampat sebagai Kabupaten Bahari yang didukung oleh Potensi Sumber Daya Menuju Masyarakat Raja Ampat Madani Dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia’’.
2. Nama dan tema Kegiatan
Nama kegiatan adalah Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat 2010. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah ”Dengan Semangat Budaya Bahari kita wujudkan Kabupaten Raja Ampat menjadi Kabupaten Kepulauan yang Mandiri, Maju, Kuat dan Berbasiskan Kepentingan Nasional”
3. Tujuan
Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 ini bertujuan untuk:
1. Membangkitkan wawasan dan budaya bahari, antara lain melalui :
(a) pendidikan dan penyadaran masyarakat tentang kelautan yang dapat diwujudkan melalui semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan;
(b) melestarikan nilai-nilai budaya serta wawasan bahari serta merevitalisasi hukum adat dan kearifan lokal di bidang kelautan; dan
(c) melindungi dan menyosialisasikan peninggalan budaya bawah air melalui usaha preservasi, restorasi, dan konservasi.
2. Meningkatkan dan menguatkan peranan sumber daya manusia di bidang kelautan yang diwujudkan, antara lain, dengan
(a) mendorong jasa pendidikan dan pelatihan yang berkualitas di bidang kelautan untuk bidang-bidang keunggulan yang diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja dan
(b) mengembangkan standar kompetensi sumber daya manusia di bidang kelautan. Selain itu, perlu juga dilakukan peningkatan dan penguatan peranan ilmu pengetahuan dan teknologi, riset, dan pengembangan sistem informasi kelautan.
3. Mengembangkan industri kelautan secara sinergi, optimal, dan berkelanjutan yang meliputi
(a) perhubungan laut;
(b) industri maritim;
(c) perikanan;
(d) wisata bahari;
(e) energi dan sumber daya mineral;
(f) bangunan laut; dan
(g) jasa kelautan.
4. Mengurangi dampak bencana pesisir dan pencemaran laut dilakukan melalui
(a) pengembangan sistem mitigasi bencana;
(b) pengembangan early warning system;
(d) pengembangan sistem pengendalian hama laut, introduksi spesies asing, dan organisme laut yang menempel pada dinding kapal; serta
(e) pengendalian dampak sisa-sisa bangunan dan aktivitas di laut.
5. Meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin di kawasan pesisir dilakukan dengan mengembangkan kegiatan ekonomi produktif skala kecil yang mampu memberikan lapangan kerja lebih luas kepada keluarga miskin.
4. Lokasi dan peserta Kegiatan
Kegiatan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 dipusatkan di Waisai Ibukota Kabupaten Raja Ampat. Kegiatannya akan melibatkan Aparat Birokrasi, TNI/POLRI, LSM, Dunia Usaha, Pelajar dan Masyarakat yang tersebar pada 17 Distrik di Kabupaten Raja Ampat.
5. Waktu Pelaksanaan
Kegiatan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 akan dilaksanakan mulai hari Minggu tanggal 2 Mei 2010 s/d hari Jumat tanggal 7 Mei 2010, mulai jam 16.00 – 22.00 WIT.
6. Kegiatan
Kegiatan-kegiatan yang ditampilkan dalam Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 merupakan perpaduan berbagai acara yang saling memperkuat satu sama lain yang meliputi :
a. Pameran
Berbagai informasi disediakan dalam pameran ini sehingga pengunjung dapat mengetahui potensi bahari yang menghasilkan barang-barang bernilai ekonomis, berbagai masalah lingkungan serta pencegahannya. Di dalam kegiatan pameran ini melibatkan 17 Distrik se-Kabupaten Raja Ampat dan dilibatkan para mitra baik dari kalangan LSM maupun swasta untuk turut serta terlibat di dalam pameran.
b. Parade Alat Transportasi Tradisional
Melalui Parade dan Atraksi Alat Transportasi Tradisional para pengunjung diberikan informasi tentang Alat Transportasi Tradisional yang digunakan Masyarakat Raja Ampat jaman dahulu dalam mengarungi lautan.
c. Parade Alat Tangkap Ikan Tradisional
Melaui Parade dan Atraksi Alat Tangkap Ikan Tradisional para pengunjung diberikan informasi tentang Jenis Alat Tangkap Ikan Tradisional dan cara penggunaannya oleh Masyarakat Raja Ampat jaman dahulu.
d. Kuliner
Dalam Festival ini juga ditampilkan jenis-jenis kuliner yang merupakan khas Masyarakat Raja Ampat jaman dulu dengan menampilkan proses pengolahan mulai dari bahan mentah sampai siap saji, sebagai contoh sagu untuk papeda dimana akan diatraksikan proses pengolahan mulai dari batang sagu dibelah, ditokok sampai dengan jadi sagu.
e. Seni Anyaman dan Ukiran Tradisional
Ditampilkan seni membuat anyaman tradisional yang digunakan oleh Masyarakat Raja Ampat jaman dulu untuk keperluan sehari-hari seperti tikar dan sebagainya maupun sebagai cinderamata juga ditampilkan seni ukiran.
f. Pentas Kesenian Tradisional
Panitia juga akan mengadakan pertunjukan kesenian yang akan menampilkan kesenian tradisional asli masyarakat Kabupaten Raja Ampat maupun kesenian tradisional yang telah berkolaborasi dengan daerah lain dalam masyarakat Raja Ampat yang majemuk. Acara ini dimaksud melibatkan 17 Distrik se-Kabupaten Raja Ampat dan mengajak berbagai pihak terlibat di dalam kegiatan serta guna meramaikan acara dengan lebih banyak menarik perhatian pengunjung untuk datang ke acara Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 tersebut.
g. Lomba Olah Raga Air
Guna memeriahkan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 juga diadakan perlombaan Jenis-jenis olah raga air seperti :
a. Perahu Naga;
b. Perahu Ketinting;
c. Perahu Bebek;
d. Orientasi Bawah Air
h. Eksebisi Volley Pantai dan Sepak Bola Pantai.
Olah raga Volley Pantai dan Sepak Bola pantai ditampilkan dalam Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 namun hanya berupa pertandingan eksebisi yang melibatkan pengunjung.
7. Kegiatan Lain
Kurang lebih empat bulan sebelum Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010, panitia akan mengadakan kegiatan kampanye lewat radio dan media massa serta internet, yang tujuannya adalah memperluas dampak, agar lebih banyak orang mendapatkan informasi dan mempromosikan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010.
Panitia mengundang berbagai pihak yang peduli untuk turut meramaikan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010. Para mitra mengadakan kegiatan sendiri-sendiri, dan Panitia memberikan pelayanan manajemen.
8. Pembiayaan dan Bentuk Dukungan
Kegiatan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 dibiayai dari APBD Kabupaten Raja Ampat T.A 2010 dan dengan dukungan dari :
a. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata serta Departemen Kelautan dan Perikanan;
b. Provinsi Papua Barat T.A 2010;
c. Sponsor;
Adalah lembaga/perorangan yang memberikan bantuan pendanaan di atas Rp. 10.000.000,-.
Ada tiga jenis sponsor yaitu : sponsor tunggal, sponsor utama dan sponsor biasa. Penjelasan lebih jauh tentang ini dapat dilihat pada lembar penawaran sponsorship.
d. Pendukung
Pendukung adalah lembaga/perorangan yang bentuk bantuannya khusus atau dalam bentuk uang dengan nominal antara Rp.1.000.000,- sampai Rp.10.000.000,-. Kerjasama antara pemberi bantuan khusus dan tertuang dalam proposal dan perjanjian khusus. Contoh bentuk bantuan khusus :
Stasiun radio yang memberi ruang untuk penyiaran ad lips (selama satu bulan, minimal tiga kali sehari) dan/atau talk show dengan durasi minimal 0.5 jam.
Pihak-pihak atau perusahaan yang memberikan pinjaman kendaraan bagi persiapan dan pelaksanaan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010.
Nama atau logo pendukung akan dicantumkan pada poster dan Baligo, di bagian bawah. Ukuran akan disesuaikan dengan disain poster dan baligo. Gambaran peletakan nama/logo dapat dilihat pada lampiran.
e. Mitra
Mitra adalah lembaga/kelompok/perorangan yang ikut serta menjadi penyelenggara atau mengadakan kegiatan yang terkait dengan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010. Contoh mitra adalah :
Klub Selam MARINDA yang mengadakan acara eksebisi orientasi bawah air di lokasi kegiatan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010;
Lembaga yang mengadakan pameran kegiatan lingkungan atau kegiatan lainnya di lokasi kegiatan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 seperti Conservation International (CI).
Mitra dipersilahkan mengatur kegiatannya sendiri, Panitia akan memberikan pelayanan pengelolaan kegiatan dasar seperti perijinan, lokasi dan koordinasi penempatan kegiatan.
Nama mitra akan dicantumkan di dalam baligo dan poster. Selain itu, Panitia juga mengumpulkan dana dengan menjual Harga Tanda Masuk ke Lokasi Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 kepada pengunjung/masyarakat.
9. Organisasi Pelaksana
Organisasi Pelaksana Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 ditetapkan dengan Keputusan Bupati Raja Ampat yang melibatkan unsur Birokrat, TNI/POLRI, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Dunia Usaha serta Masyarakat.
a. Panitia:
Ketua : Ir. BECKY J. RAHAWARIN, MM
Wakil Ketua : ALBERTH (CI)
Sekretaris : Drs. U N T U N G
Wakil Sekretaris : JOHAN MANPIOPER
Bendahara : DJALALI, S.Sos
Wakil Bendahara : MIKHA MIRINO
• Seksi Humas, Promosi dan Acara : HANOCK HAMADY
• Seksi Perlengkapan : ISKANDAR URBINAS
• Seksi Keamanan : POLAIRUD POLRES RAJA AMPAT
• Seksi Transportasi : Drs. BURHANUDDIN TAHER
• Seksi Kesehatan : Dr. ENGELBERTH WADER
• Seksi Konsumsi : PKK KABUPATEN RAJA AMPAT
Koordinator Bidang Pameran : H A K I M
Koordinator Bidang Parade Alat Transportasi Tradisional : SEM BELSERAN, S.Sos
Koordinator Bidang Parade Alat Tangkap Tradisional: SYARIF
Koordinator Bidang Kuliner : LUTHER BINTER
Koordinator Bidang Seni Anyaman dan Ukiran : ALFARIS MAMBRAKU
Koordinator Bidang Pentas Seni Tradisional : Ir. YUSDI LAMATENGGO
Koordinator Bidang Olah Raga Air : WILLEM MAMBRASAR, MM
Koordinator Bidang Eksebisi Volley Pantai dan Sepak Bola Pantai : SONY B
b. Alamat Sekretariat
Bagian Perlengkapan Setda Kabupaten Raja Ampat pada Kantor Bupati Raja Ampat di Waisai Distrik Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat Papua Barat
Tel. :
Fax : (0411) 402650
E-mail :
Contact Person : Petrus Rabu, S.Fil. (0813 4456 5989)
c. Pendanaan
Dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. …………….. Rincian anggaran dapat diperoleh dari Panitia (hubungi melalui telepon atau email).
No Rekening :
Bank Bank Papua KCP Waisai
Nomor rekening : ........................................
a/n : ……………………../…………………………..
6. Penutup
Untuk menjamin keberhasilan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 perlu disusun desain program yang meliputi perencanaan kegiatan, pembiayaan, organisasi pelaksanaan, mekanisme dan pola pelaksanaan kegiatan, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk masing-masing kegiatan pada setiap bidang.
Waisai, November 2009
PANITIA FESTIVAL BUDAYA BAHARI KABUPATEN RAJA AMPAT
TAHUN 2010
SEKRETARIS, K E T U A,
Drs. U N T U N G Ir. BECKY J. RAHAWARIN, MM
Mengetahui:
BUPATI RAJA AMPAT,
Drs. MARCUS WANMA, M.Si
FESTIVAL BUDAYA BAHARI KABUPATEN RAJA AMPAT 2010
1. Latar Belakang.
Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari tujuh belas ribuan pulau, beraneka suku bangsa dan adat istiadat namun satu tujuan dan satu cita-cita bernegara sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Untuk melaksanakan dan mencapai satu tujuan dan satu cita-cita tersebut diperlukan suatu rencana yang dapat merumuskan secara lebih konkret mengenai pencapaian dari tujuan bernegara tersebut.
Tujuan dari bernegara sebagaimana diatur dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejateraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Keadaan Topografi pada Wilayah Kabupaten Raja Ampat sebagian besar kurang lebih 80 % merupakan perairan dengan jumlah Pulau sebanyak 611 buah yang memisahkan pulau yang satu dengan pulau yang lain, sehingga kebijakan pembangunan kelautan pada masa yang akan datang di Kabupaten Raja Ampat diarahkan pada pola pembangunan berkelanjutan berdasarkan pengelolaan sumber daya laut berbasiskan ekosistem, yang meliputi aspek-aspek sumber daya manusia dan kelembagaan, politik, ekonomi, lingkungan hidup, sosial budaya, pertahanan keamanan, dan teknologi. Hal ini sesuai dengan Visi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat yaitu ‘’Terwujudnya Kabupaten Raja Ampat sebagai Kabupaten Bahari yang didukung oleh Potensi Sumber Daya Menuju Masyarakat Raja Ampat Madani Dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia’’.
2. Nama dan tema Kegiatan
Nama kegiatan adalah Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat 2010. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah ”Dengan Semangat Budaya Bahari kita wujudkan Kabupaten Raja Ampat menjadi Kabupaten Kepulauan yang Mandiri, Maju, Kuat dan Berbasiskan Kepentingan Nasional”
3. Tujuan
Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 ini bertujuan untuk:
1. Membangkitkan wawasan dan budaya bahari, antara lain melalui :
(a) pendidikan dan penyadaran masyarakat tentang kelautan yang dapat diwujudkan melalui semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan;
(b) melestarikan nilai-nilai budaya serta wawasan bahari serta merevitalisasi hukum adat dan kearifan lokal di bidang kelautan; dan
(c) melindungi dan menyosialisasikan peninggalan budaya bawah air melalui usaha preservasi, restorasi, dan konservasi.
2. Meningkatkan dan menguatkan peranan sumber daya manusia di bidang kelautan yang diwujudkan, antara lain, dengan
(a) mendorong jasa pendidikan dan pelatihan yang berkualitas di bidang kelautan untuk bidang-bidang keunggulan yang diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja dan
(b) mengembangkan standar kompetensi sumber daya manusia di bidang kelautan. Selain itu, perlu juga dilakukan peningkatan dan penguatan peranan ilmu pengetahuan dan teknologi, riset, dan pengembangan sistem informasi kelautan.
3. Mengembangkan industri kelautan secara sinergi, optimal, dan berkelanjutan yang meliputi
(a) perhubungan laut;
(b) industri maritim;
(c) perikanan;
(d) wisata bahari;
(e) energi dan sumber daya mineral;
(f) bangunan laut; dan
(g) jasa kelautan.
4. Mengurangi dampak bencana pesisir dan pencemaran laut dilakukan melalui
(a) pengembangan sistem mitigasi bencana;
(b) pengembangan early warning system;
(d) pengembangan sistem pengendalian hama laut, introduksi spesies asing, dan organisme laut yang menempel pada dinding kapal; serta
(e) pengendalian dampak sisa-sisa bangunan dan aktivitas di laut.
5. Meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin di kawasan pesisir dilakukan dengan mengembangkan kegiatan ekonomi produktif skala kecil yang mampu memberikan lapangan kerja lebih luas kepada keluarga miskin.
4. Lokasi dan peserta Kegiatan
Kegiatan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 dipusatkan di Waisai Ibukota Kabupaten Raja Ampat. Kegiatannya akan melibatkan Aparat Birokrasi, TNI/POLRI, LSM, Dunia Usaha, Pelajar dan Masyarakat yang tersebar pada 17 Distrik di Kabupaten Raja Ampat.
5. Waktu Pelaksanaan
Kegiatan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 akan dilaksanakan mulai hari Minggu tanggal 2 Mei 2010 s/d hari Jumat tanggal 7 Mei 2010, mulai jam 16.00 – 22.00 WIT.
6. Kegiatan
Kegiatan-kegiatan yang ditampilkan dalam Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 merupakan perpaduan berbagai acara yang saling memperkuat satu sama lain yang meliputi :
a. Pameran
Berbagai informasi disediakan dalam pameran ini sehingga pengunjung dapat mengetahui potensi bahari yang menghasilkan barang-barang bernilai ekonomis, berbagai masalah lingkungan serta pencegahannya. Di dalam kegiatan pameran ini melibatkan 17 Distrik se-Kabupaten Raja Ampat dan dilibatkan para mitra baik dari kalangan LSM maupun swasta untuk turut serta terlibat di dalam pameran.
b. Parade Alat Transportasi Tradisional
Melalui Parade dan Atraksi Alat Transportasi Tradisional para pengunjung diberikan informasi tentang Alat Transportasi Tradisional yang digunakan Masyarakat Raja Ampat jaman dahulu dalam mengarungi lautan.
c. Parade Alat Tangkap Ikan Tradisional
Melaui Parade dan Atraksi Alat Tangkap Ikan Tradisional para pengunjung diberikan informasi tentang Jenis Alat Tangkap Ikan Tradisional dan cara penggunaannya oleh Masyarakat Raja Ampat jaman dahulu.
d. Kuliner
Dalam Festival ini juga ditampilkan jenis-jenis kuliner yang merupakan khas Masyarakat Raja Ampat jaman dulu dengan menampilkan proses pengolahan mulai dari bahan mentah sampai siap saji, sebagai contoh sagu untuk papeda dimana akan diatraksikan proses pengolahan mulai dari batang sagu dibelah, ditokok sampai dengan jadi sagu.
e. Seni Anyaman dan Ukiran Tradisional
Ditampilkan seni membuat anyaman tradisional yang digunakan oleh Masyarakat Raja Ampat jaman dulu untuk keperluan sehari-hari seperti tikar dan sebagainya maupun sebagai cinderamata juga ditampilkan seni ukiran.
f. Pentas Kesenian Tradisional
Panitia juga akan mengadakan pertunjukan kesenian yang akan menampilkan kesenian tradisional asli masyarakat Kabupaten Raja Ampat maupun kesenian tradisional yang telah berkolaborasi dengan daerah lain dalam masyarakat Raja Ampat yang majemuk. Acara ini dimaksud melibatkan 17 Distrik se-Kabupaten Raja Ampat dan mengajak berbagai pihak terlibat di dalam kegiatan serta guna meramaikan acara dengan lebih banyak menarik perhatian pengunjung untuk datang ke acara Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 tersebut.
g. Lomba Olah Raga Air
Guna memeriahkan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 juga diadakan perlombaan Jenis-jenis olah raga air seperti :
a. Perahu Naga;
b. Perahu Ketinting;
c. Perahu Bebek;
d. Orientasi Bawah Air
h. Eksebisi Volley Pantai dan Sepak Bola Pantai.
Olah raga Volley Pantai dan Sepak Bola pantai ditampilkan dalam Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 namun hanya berupa pertandingan eksebisi yang melibatkan pengunjung.
7. Kegiatan Lain
Kurang lebih empat bulan sebelum Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010, panitia akan mengadakan kegiatan kampanye lewat radio dan media massa serta internet, yang tujuannya adalah memperluas dampak, agar lebih banyak orang mendapatkan informasi dan mempromosikan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010.
Panitia mengundang berbagai pihak yang peduli untuk turut meramaikan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010. Para mitra mengadakan kegiatan sendiri-sendiri, dan Panitia memberikan pelayanan manajemen.
8. Pembiayaan dan Bentuk Dukungan
Kegiatan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 dibiayai dari APBD Kabupaten Raja Ampat T.A 2010 dan dengan dukungan dari :
a. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata serta Departemen Kelautan dan Perikanan;
b. Provinsi Papua Barat T.A 2010;
c. Sponsor;
Adalah lembaga/perorangan yang memberikan bantuan pendanaan di atas Rp. 10.000.000,-.
Ada tiga jenis sponsor yaitu : sponsor tunggal, sponsor utama dan sponsor biasa. Penjelasan lebih jauh tentang ini dapat dilihat pada lembar penawaran sponsorship.
d. Pendukung
Pendukung adalah lembaga/perorangan yang bentuk bantuannya khusus atau dalam bentuk uang dengan nominal antara Rp.1.000.000,- sampai Rp.10.000.000,-. Kerjasama antara pemberi bantuan khusus dan tertuang dalam proposal dan perjanjian khusus. Contoh bentuk bantuan khusus :
Stasiun radio yang memberi ruang untuk penyiaran ad lips (selama satu bulan, minimal tiga kali sehari) dan/atau talk show dengan durasi minimal 0.5 jam.
Pihak-pihak atau perusahaan yang memberikan pinjaman kendaraan bagi persiapan dan pelaksanaan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010.
Nama atau logo pendukung akan dicantumkan pada poster dan Baligo, di bagian bawah. Ukuran akan disesuaikan dengan disain poster dan baligo. Gambaran peletakan nama/logo dapat dilihat pada lampiran.
e. Mitra
Mitra adalah lembaga/kelompok/perorangan yang ikut serta menjadi penyelenggara atau mengadakan kegiatan yang terkait dengan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010. Contoh mitra adalah :
Klub Selam MARINDA yang mengadakan acara eksebisi orientasi bawah air di lokasi kegiatan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010;
Lembaga yang mengadakan pameran kegiatan lingkungan atau kegiatan lainnya di lokasi kegiatan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 seperti Conservation International (CI).
Mitra dipersilahkan mengatur kegiatannya sendiri, Panitia akan memberikan pelayanan pengelolaan kegiatan dasar seperti perijinan, lokasi dan koordinasi penempatan kegiatan.
Nama mitra akan dicantumkan di dalam baligo dan poster. Selain itu, Panitia juga mengumpulkan dana dengan menjual Harga Tanda Masuk ke Lokasi Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 kepada pengunjung/masyarakat.
9. Organisasi Pelaksana
Organisasi Pelaksana Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 ditetapkan dengan Keputusan Bupati Raja Ampat yang melibatkan unsur Birokrat, TNI/POLRI, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Dunia Usaha serta Masyarakat.
a. Panitia:
Ketua : Ir. BECKY J. RAHAWARIN, MM
Wakil Ketua : ALBERTH (CI)
Sekretaris : Drs. U N T U N G
Wakil Sekretaris : JOHAN MANPIOPER
Bendahara : DJALALI, S.Sos
Wakil Bendahara : MIKHA MIRINO
• Seksi Humas, Promosi dan Acara : HANOCK HAMADY
• Seksi Perlengkapan : ISKANDAR URBINAS
• Seksi Keamanan : POLAIRUD POLRES RAJA AMPAT
• Seksi Transportasi : Drs. BURHANUDDIN TAHER
• Seksi Kesehatan : Dr. ENGELBERTH WADER
• Seksi Konsumsi : PKK KABUPATEN RAJA AMPAT
Koordinator Bidang Pameran : H A K I M
Koordinator Bidang Parade Alat Transportasi Tradisional : SEM BELSERAN, S.Sos
Koordinator Bidang Parade Alat Tangkap Tradisional: SYARIF
Koordinator Bidang Kuliner : LUTHER BINTER
Koordinator Bidang Seni Anyaman dan Ukiran : ALFARIS MAMBRAKU
Koordinator Bidang Pentas Seni Tradisional : Ir. YUSDI LAMATENGGO
Koordinator Bidang Olah Raga Air : WILLEM MAMBRASAR, MM
Koordinator Bidang Eksebisi Volley Pantai dan Sepak Bola Pantai : SONY B
b. Alamat Sekretariat
Bagian Perlengkapan Setda Kabupaten Raja Ampat pada Kantor Bupati Raja Ampat di Waisai Distrik Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat Papua Barat
Tel. :
Fax : (0411) 402650
E-mail :
Contact Person : Petrus Rabu, S.Fil. (0813 4456 5989)
c. Pendanaan
Dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. …………….. Rincian anggaran dapat diperoleh dari Panitia (hubungi melalui telepon atau email).
No Rekening :
Bank Bank Papua KCP Waisai
Nomor rekening : ........................................
a/n : ……………………../…………………………..
6. Penutup
Untuk menjamin keberhasilan Festival Budaya Bahari Kabupaten Raja Ampat Tahun 2010 perlu disusun desain program yang meliputi perencanaan kegiatan, pembiayaan, organisasi pelaksanaan, mekanisme dan pola pelaksanaan kegiatan, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk masing-masing kegiatan pada setiap bidang.
Waisai, November 2009
PANITIA FESTIVAL BUDAYA BAHARI KABUPATEN RAJA AMPAT
TAHUN 2010
SEKRETARIS, K E T U A,
Drs. U N T U N G Ir. BECKY J. RAHAWARIN, MM
Mengetahui:
BUPATI RAJA AMPAT,
Drs. MARCUS WANMA, M.Si
Minggu, 22 November 2009
Raja Ampat Raih Anugerah Pariwisata 2009

Ini merupakan prestasi luar biasa yang ditorehkan Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat pada tahun 2009 ini”
Tiga hari menjelang peringatan empat Tahun Kepemimpinan Drs. Marcus Wanma, M.Si dan Drs. Inda Arfan, pemerintah dan masyarakat Raja Ampat mendapat penghargaan istimewa sebagai salah satu Kabupaten di Indonesia yang meraih penghargaan Anugerah Pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Award) tahun 2009.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo, S.Pi, M.Si, Anugerah Pariwisata Indonesia Tahun 2009 tersebit diserahkan secara langsung oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, yang berlangsung di Hotel Nikko, Jakarta, 13 November 2009.
Yusdi menjelaskan Anugrah Pariwisata Indonesia / Indonesia tourism award 2009 tersebut sebagai upaya mendorong pengembangan pariwisata di Indonesia , dimana Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI dan Majalah SWA menyalenggarakan Anugrah Pariwisata Indonesia / Indonesia Tourism Award [ITA] 2009. “Anugrah pariwisata Indonesia /Indonesia Tourism Award [ITA] 2009 ini merupakan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Daerah dan pelaku industri Pariwisata yang telah berjasah memberikan simbangsi dalam mengembangkan Pariwisata di Indonesia,” kata Yusdi.
Anugrah Pariwisata Indonesia 2009 yang untuk pertama kali diselenggarakan ini diharapkan menjadi motivasi bagi kepala daerah dan para pelaku industri pariwisata,juga pemangku kepentingan indistri wisata lainnya. Kepala Daerah yang menjadikan Pariwisata sebagai salah satu unggulan didaerah diharapkan akan semakin memajukan industri Pariwisata di Indonesia dimasa yang akan datang. Anugerah Pariwisata Tahun 2009 dibagi dalam tiga kateogri, antara lain; Pertama, Indonesia Best Destination. Penghargaan ini diberikan kepada Kota/ Kabupaten terbaik yang proses pemelihannya dilakukan melalui survei di kota / Kabupaten yang masuk nominasi . Dalam hal ini, penilaian dilakukan terhadap aspek ; kebersihan , informasi wisata , kewajaran biaya, promosi, keragaman obyek, keamanan, keunikan obyek, dan keramahan . Selain iti juga penilaiyan dilakukan terhadap seberapa besar wisatawan merekomendasikan kepada Wisatawan lain untuk mengunjungi kota / Kabupaten tersebut. Diantara Kota / Kabupaten tersebut adalah ; Kota Yogyakarta, Denpasar, Surabaya, Bandung , Solo, Lombok barat dan Manado.
Kedua, The Most Favorite in Tourism Industry. Penghargaan ini diberikan kepada para peyedia jasah di sector-sektor yang termasuk dalam cakupan industri Pariwisata, yaitu bagi para pengusaha hotel. Ketiga, Tourism Special Award. Pengargaan khusus ini di berikan kepada kota/kabupaten yang memiliki keungulan dan keunikan.Tolak ukur yang dinilai investari Industri, inovasi, keunikan dan daya tarik sebagai daerah tujuan wisata.
Diantara penerima penghargaan kategori ini adalah Kabupaten Raja Ampat, Mangarai Barat, Kota Purbalingga. Malam Penyeraan Anugerah Pariwisata Indonesia ini Kabupaten Raja Ampat diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Kebudayaan dan Pariwisata.
Yusdi menjelaskan pada penyeraan Anugrah Pariwisata Indonesia tahun 2009, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata membrikan pesan khusus kepada pemerintah dan masyarakat Raja Ampat agar tetap menjaga kelestarian lingkungan menjaga keamanan dan kenyamanan wisatwan selama berada di Raja Ampat. “Beliau meminta agar hal ini tetap di pertahankan. Dengan adanya apresiasi ini , di harapkan para Kepala Daerah dan para pelaku Bisnis Pariwisata terpacu untuk memajukan dunia Pariwisata di Indonesia,” ujar Yusdi menirukan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI.
Kata Yusdi, ia juga berharap serta sangat optimis pada tahun 2010 nanti Raja Ampat tetap menerima penghargaan ini dan kalau bisa masuk dalam Indinesia Best Destination atas perhatian dan kepedulian sangat besar dari Bupati Raja Ampat Drs. Marcus Wanma, M.Si dalam membangun Pariwisata manjadi jaminan utama dari harapan Bapak Mentri tersebut. Pemberian Anugrah Pariwisata Indonesia Tahun 2009 Kepada Kabupaten Raja Ampat ini merupakan kado Manis Pemerintahan MARINDA yang ke IV yang jatuh pada tanggal 16 November 2009. Rasa –rasanya tidaklah berlebihan bilah menyatakan bahwa pada tahun ke IV Pemerintahan Drs. Marcus Wanma, Msi dan Drs. Indah Arfan, Kabupaten Raja Ampat suda bisa di sejajarkan malah melebihi Kabupaten/ Kota lainnya yang telah lebih dulu lahir Khususnya dalam dalam pengembangan Pariwisata . “Ini merupakan prestasi luar biasa yang ditorehkan Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat pada tahun 2009 ini,” ungkap Yusdi. By. Petrus Rabu.
Sambutan Ketua Dewan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Kabupaten Raja Ampat
SAMBUTAN KETUA CCEB/DPMP
PADA PERTEMUAN DEWAN PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT PESISIR KABUPATEN RAJA AMPAT
WAISAI, 23 NOVEMBER 2009
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Dan Selamat Pagi
Yth. Kapolres Raja Ampat
Yth. Sekda Kabupaten Raja Ampat
Yth. Pejabat eselon II dan III di Lingkungan Pemda Raja Ampat
Yth. Ketua Program Manager Unit dan staf Coremap II Raja Ampat
Yth. Pimpinan Organisasi LSM, CI dan TNC
Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, tokoh Wanita, Pengurus dan anggota Dewan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Kabupaten Raja Ampat serta undangan yang berbahagia
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas perkenananya, kita dapat bertemu di tempat ini dalam rangka Pertemuan Dewan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Kabupaten Raja Ampat.
Patut disyukuri pula, bahwa Kabupaten Raja Ampat, dimana kita hidup dan berada, dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Di satu sisi menuntut upaya-upaya perlindungan, pelestarian dan pengelolaan secara bijaksana, namun disisi lain ada indikasi pengelolaan dan pemanfaatan yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, perlu upaya-upaya prefentif sehingga pengelolaan sumber daya alam di kabupaten berkelanjutan.
Hadirin yang saya hormati,
Munculnya Program Rehabilitasi Terumbu Karang Tahap Ke-2 atau Coremap II merupakan salah satu jawaban agar sumber daya pesisir kita tetap lestari dan memberikan jaminan kehidupan bagi masyarakat Raja Ampat. Terpilinya kabupaten Raja Ampat sebagai salah dari tujuh daerah program Coremap II dikarenakan Raja Ampat memiliki terumbu karang terindah dan berada tepat di jantung penyebaran terumbu karang dunia. Karena itu, berkat dana pinjaman Bank Dunia serta alokasi anggaran tahunan sebesar 10 % dari APBD Kabupaten Raja Ampat, program Coremap II sebagai kerja sama antara Pemda Raja Ampat dengan Departemen Kelautan dan Perikanan digagas untuk menjaga kelestarian dan keutuhan terumbu karang yang bertebaran di kawasan pesisir bumi baharà Raja Ampat.
Dan selama kurun waktu lima tahun terakhir, Coremap II Raja Ampat bukan hanya memfokuskan diri pada upaya pelestarian terumbu karang tetapi juga terlibat secara aktif dalam upaya pemberdayaan masyarakat pesisir di Raja Ampat, seperti upaya-upaya menciptakan peluang bagi masyarakat pesisir untuk menentukan kebutuhan, merencanakan dan melaksanakan kegiatan, yang tentunya bermuara pada terciptanya kemandiran permanen dalam kehidupan masyarakat.
Kualitas kesadaran masyarakat ini diukur dari kebeadaan kualitas lingkungan, peningkatan pendapatan atau income serta peningkatan kapasitas lembaga pengelolaan terumbu karang. Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pesisir yang dilakukan Coremap II melalui bantuan dana pinjaman baik kepada individu maupun kelompok wirausaha di tiap-tiap kampung pendampingan bertujuan memperkuat sendi-sendi perekonomia masyarakat pesisir.
Hadirin dan Anggota Dewan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir yang saya hormati,
Sebentar lagi, program Coremap II di Raja Ampat akan berakhir. Saat ini pemerintah sedang melakukan negosiasi dengan Pihak Bank Dunia untuk keberlanjutan program rehabilitasi terumbu karang di Kabupaten Raja Ampat. Selaku Ketua Dewan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir sekaligus sebagai Bupati Raja Ampat, saya menyampaikan terima kasih banyak dan penghargaan setingginya kepada semua pihak: Pengurus dan Anggota Dewan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, Ketua Program Manager Unit dan seluruh staf Coremap II Raja Ampat yang dengan setia dan tekun melakukan pendampingan dan pembinaan bagi pemberdayaan masyarakat Raja Ampat.
Saya berharap, apa yang dicapai Coremap II dapat dilanjutkan oleh Instansi Teknis terkait di Kabupaten Raja Ampat. Coremap II hanya sebagai penginisiasi tetapi upaya pelestarian terumbu karang, peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Raja Ampat merupakan tanggunjawab kita semua, khususnya Satuan Perangkat Kerja Daerah di lingkungan pemda Raja Ampat.
...................................................................
Saya juga berharap pertemuan yang kita lakukan hari ini memberikan kontribusi pemikiran dan rekomendasi bagi arah kebijakan pembangunan Kabupaten Raja Ampat. Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa kesejahteraan bagi masyarakat Raja Ampat di masa-masa yang akan datang.
Sekian dan terima kasih
KETUA DEWAN PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT PESISIR
DRS. MARCUS WANMA, M.SI
PADA PERTEMUAN DEWAN PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT PESISIR KABUPATEN RAJA AMPAT
WAISAI, 23 NOVEMBER 2009
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Dan Selamat Pagi
Yth. Kapolres Raja Ampat
Yth. Sekda Kabupaten Raja Ampat
Yth. Pejabat eselon II dan III di Lingkungan Pemda Raja Ampat
Yth. Ketua Program Manager Unit dan staf Coremap II Raja Ampat
Yth. Pimpinan Organisasi LSM, CI dan TNC
Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, tokoh Wanita, Pengurus dan anggota Dewan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Kabupaten Raja Ampat serta undangan yang berbahagia
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas perkenananya, kita dapat bertemu di tempat ini dalam rangka Pertemuan Dewan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Kabupaten Raja Ampat.
Patut disyukuri pula, bahwa Kabupaten Raja Ampat, dimana kita hidup dan berada, dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Di satu sisi menuntut upaya-upaya perlindungan, pelestarian dan pengelolaan secara bijaksana, namun disisi lain ada indikasi pengelolaan dan pemanfaatan yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, perlu upaya-upaya prefentif sehingga pengelolaan sumber daya alam di kabupaten berkelanjutan.
Hadirin yang saya hormati,
Munculnya Program Rehabilitasi Terumbu Karang Tahap Ke-2 atau Coremap II merupakan salah satu jawaban agar sumber daya pesisir kita tetap lestari dan memberikan jaminan kehidupan bagi masyarakat Raja Ampat. Terpilinya kabupaten Raja Ampat sebagai salah dari tujuh daerah program Coremap II dikarenakan Raja Ampat memiliki terumbu karang terindah dan berada tepat di jantung penyebaran terumbu karang dunia. Karena itu, berkat dana pinjaman Bank Dunia serta alokasi anggaran tahunan sebesar 10 % dari APBD Kabupaten Raja Ampat, program Coremap II sebagai kerja sama antara Pemda Raja Ampat dengan Departemen Kelautan dan Perikanan digagas untuk menjaga kelestarian dan keutuhan terumbu karang yang bertebaran di kawasan pesisir bumi baharà Raja Ampat.
Dan selama kurun waktu lima tahun terakhir, Coremap II Raja Ampat bukan hanya memfokuskan diri pada upaya pelestarian terumbu karang tetapi juga terlibat secara aktif dalam upaya pemberdayaan masyarakat pesisir di Raja Ampat, seperti upaya-upaya menciptakan peluang bagi masyarakat pesisir untuk menentukan kebutuhan, merencanakan dan melaksanakan kegiatan, yang tentunya bermuara pada terciptanya kemandiran permanen dalam kehidupan masyarakat.
Kualitas kesadaran masyarakat ini diukur dari kebeadaan kualitas lingkungan, peningkatan pendapatan atau income serta peningkatan kapasitas lembaga pengelolaan terumbu karang. Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pesisir yang dilakukan Coremap II melalui bantuan dana pinjaman baik kepada individu maupun kelompok wirausaha di tiap-tiap kampung pendampingan bertujuan memperkuat sendi-sendi perekonomia masyarakat pesisir.
Hadirin dan Anggota Dewan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir yang saya hormati,
Sebentar lagi, program Coremap II di Raja Ampat akan berakhir. Saat ini pemerintah sedang melakukan negosiasi dengan Pihak Bank Dunia untuk keberlanjutan program rehabilitasi terumbu karang di Kabupaten Raja Ampat. Selaku Ketua Dewan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir sekaligus sebagai Bupati Raja Ampat, saya menyampaikan terima kasih banyak dan penghargaan setingginya kepada semua pihak: Pengurus dan Anggota Dewan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, Ketua Program Manager Unit dan seluruh staf Coremap II Raja Ampat yang dengan setia dan tekun melakukan pendampingan dan pembinaan bagi pemberdayaan masyarakat Raja Ampat.
Saya berharap, apa yang dicapai Coremap II dapat dilanjutkan oleh Instansi Teknis terkait di Kabupaten Raja Ampat. Coremap II hanya sebagai penginisiasi tetapi upaya pelestarian terumbu karang, peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Raja Ampat merupakan tanggunjawab kita semua, khususnya Satuan Perangkat Kerja Daerah di lingkungan pemda Raja Ampat.
...................................................................
Saya juga berharap pertemuan yang kita lakukan hari ini memberikan kontribusi pemikiran dan rekomendasi bagi arah kebijakan pembangunan Kabupaten Raja Ampat. Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa kesejahteraan bagi masyarakat Raja Ampat di masa-masa yang akan datang.
Sekian dan terima kasih
KETUA DEWAN PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT PESISIR
DRS. MARCUS WANMA, M.SI
Kamis, 19 November 2009
PNPM Mandiri DKP Raja Ampat
PNPM Mandiri DPK Raja Ampat Serahkan BLM
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat menyerahkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) kepada kelompok usaha budidaya rumput laut di beberapa distrik dan kampung di Raja Ampat. Pemberian BLM ini merupakan tahapan dari PNPM Mandiri di bidang kelautan dan perikanan di Kabupaten Raja Ampat sebagai perangsang/stimulant bagi kelompok masyarakat pembudidaya, khususnya budidaya rumput laut. “Penyerahan BLM ini kita awali dengan identifikasi dan sosialisasi sehingga bantuan ini betul-betul mencapai tujuan dan sasarannya,” terang Windy Hartono, Kepala Bidang Usaha Tani dan Nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat.
BLM ini diserahkan langsung ke keluarga yang tergabung dalam kelompok usaha budidaya dengan total BLM Rp. 2 juta/kepala keluarga,. Berupa bantuan sarana dan prasaran produksi dengan total biaya sebesar Rp. 1,5 juta, sedangkan biaya operasional dalam bentuk tunai sebesar Rp. 5.00.000. Adapun kampung-kampung yang menerimam BLM tersebut, yang selama ini warganya fokus pengembangan rumput laut adalah Wamega, Jefman dan Samate di Distrik Salawati Utara. Juga kampung Waigama, Solal dan Atkari di Distrik Misool Selatan. “Semua KK di kampung tersebut mendapatkan bantuan yang sama, tapi juga berdasarkan hasil indentikasi tentang kelayakan menerima bantuan, seperti adanya usaha budidaya,” ujar Windy
Sejauh ini kegiatan PNPM Mandiri DKP Raja Ampat telah membuahkan hasil. Setidaknya, sejak adanya program ini, sudah tiga kali masyarakat melakukan panen rumput laut dengan total antara 1.5 ton -3 ton rumput laut kering per kampung dengan harga Rp. 3000/kg.
“Untuk pemasaran kita menggunakan cluster. Cluster satu itu adalah pembudidaya, dan cluster kedua adalah pembeli local dan cluster ke-3 adalah pengusaha yang memiliki kapal penampung. Masyarakat sebagai cluster pertama menjual kepada cluster kedua atau pembeli local dengan harga Rp. 3000/kg rumput laut kering. Ini harga standar bagi seluruh Raja Ampat,” tambah Marthen Rio Bartolomeus, Kepala Seksi Budidaya, DKP Raja Ampat. By. Petrus Rabu for media
Langganan:
Postingan (Atom)